Untuk mencetak generasi Qurani, tahun ini Madrasah Ibtidaiah Terpadu Almuslimun (MITA) tetap mengadakan Ramadan Bersama Alquran, atau yang lebih populer disingkat dengan RBA. Kepala Madrasah MITA, Syahrul, M.Pd, di sela-sela pembukaan RBA, kepada redaksi mengatakan, sedikitnya ada 140 peserta yang mengambil bagian dalam program ini. Dengan rincian 80 peserta putra dan 60 putri. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, ada tiga program yang ditawarkan dalam RBA tahun ini, yaitu program tahsin, tahfiz, dan iqra.
“Ya. Ada 140 peserta untuk tahun ini, 80 putra dan 60 putri. Program yang kita tawarkan ada tiga, tahsin, tahfiz dan iqra, ” katanya kepada redaksi melalui pesan singkat WA.
Tahun ini, 2023, RBA di MITA menjejaki tahun ke-lima semenjak awal penggagasannya pada tahun 2018. Peserta yang ambil bagian dalam program ini bukan saja dari peserta didik MITA saja, tetapi lebih dari itu, peserta dari sekolah dasar umum lain juga ada yang mendaftar untuk program tahunan ini. Syahrul mengungkapkan, bahwa dia merasa bangga dan gembira bahwa seluruh wali siswa/i menyambut baik program ini.
“Ini RBA yang ke 5. Pesertanya bukan hanya dari siswa/i MITA saja. Dari sekolah dasar umum juga ada yang ikut. Alhamdulillah, gembira dan bangga, seluruh wali santri menyambut baik program ini, “ kata Syahrul.
Seperti yang telah direncanakan sebelumnya, program RBA ini akan berlangsung selama 20 hari. Mulai 27 Maret, hari ini, sampai 16 April 2023, bulan depan. Selama 20 hari tersebut, target yang ingin dicapai adalah siswa/i berhasil mencapai hafalan 1 juz. Dan lebih dari itu, Syahrul berazam, agar seluruh peserta semakin mencintai Alquran, dan pada akhirnya, menjadi generasi Qurani.
“Pelaksanaannya selama 20 hari. Dari 27 Maret sampai 16 April 2023. Insya Allah minimal mereka kita targetkan 1 juz hafalannya. Semoga mereka nanti menjadi lebih cinta Alquran, menjadi generasi Qurani,” kata Syahrul.
Selepas acara pembukaan RBA hari ini (27/3), kegiatan diawali dengan pembagusan bacaan berjamaah (tahsin jamai). Istimewa, tahsin jamai dipimpin oleh Syekh Mohamad khozary Ahmad dhaif, utasan dari Universitas Al Azhar Kairo, Mesir. Syahrul memperkenalkan, Syeh Mohamad ini merupakan pemegang sanad qiraat Al Quran yang sampai kepada Rasulullah Saw. Syeh utusan Mesir ini sekarang bertugas sebagai tenaga pengajar Alquran dan bahasa Arab di Al Muslimun Lhoksukon, Aceh Utara.
“Tadi, setelah pembukaan, ada tahsin jamai yang dipimpin oleh Syeh Mohamad dari Mesir. Kita patut bersyukur, kita kedatangan seorang Syeh yang bacaan Alqurannya bersanad. Beliau di Almuslimun mengajarkan Alquran, di samping mengajar bahasa Arab, “ demikian pungkas pemuda asal Kruengmane itu. [US]