Al-Muslimun - Lhoksukon. Untuk memastikan bahwa seluruh santri bebas dari barang terlarang, Al-Muslimun melakukan razia gabungan secara mendadak terhadap kamar santri pada Jumat malam (12/05/2023), setelah salat Isya.
Aksi razia tersebut dikoordinir oleh Kepala Pengasuhan Al-Muslimun, Tgk. Mawardi, M.Pd, yang bekerja sama dengan Kepala Sarana dan Prasarana (Kasarpras) Tgk. Ir. Zulfadli, ST, dan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum (Wakakur) Tgk. Reffy, S.Pd dan Tgk. Taufik, S.Pd.
"Ini razia gabungan. Untuk memastikan bahwa anak-anak kita bebas dari barang-barang yang dilarang oleh dayah. Kita bekerjasama dengan Kasarpras dan Wakakur untuk itu, " Kata Mawardi
Di sela-sela razia, kepada redaksi, Kasarpras, Ir. Zulfadli mengatakan ada beberapa barang yang dilarang keras bagi santri di Dayah Al-Muslimun, seperti telepon seluler dan rokok misalnya. Razia ini dilakukan untuk memastikan santri-santri bebas dari itu semua dan mereka bisa fokus belajar.
"Ada beberapa barang yang bagi santri dilarang keras di Dayah. Rokok dan HP misalnya. Jadi kita harus pastikan santri kita bebas dari itu semua. Sehingga mereka bisa fokus belajar, " Kata Zulfadli.
Secara terpisah, Tgk Syahrul, M.Ag, salah seorang guru senior Al-Muslimun, menyambut baik atas digalakkannya lagi razia gabungan secara mendadak ke kamar santri. Menurutnya, dulu pernah ada razia sebagai yang diadakan lagi sekarang. Itu baik untuk melindungi santri dari barang-barang terlarang.
"Dulu pernah ada. Razia mendadak ke kamar santri. Menurut saya ini baik sekali dilakukan lagi. Biar anak-anak kita bebas dari barang-barang yang merusak konsentrasi mereka belajar, " Kata Syahrul. [US]